Langsung ke konten utama



— tentang Indonesia Merdeka

Kata “Merdeka” itu, banyak sekali peng-arti-annya.

Mungkin jika setiap orang ditanyakan apa arti Merdeka baginya, ada dua rumpun jawaban, satu, narasinya sama satu sama lain. satu yg lain, narasinya berbeda berdasar pengalaman dan keresahan mereka masing-masing.

Lalu, bagaimana aku?

Aku punya peng-artian yang berganti-ganti tentang Merdeka, tiap tahunnya.

Tahun lalu misalnya, Merdeka bagiku adalah bagaimana petugas-petugas pelayanan publik, kesehatan, administrasi negara, dan lainnya bisa memandang sama antara yang bermobil Aston Martin Vantage Coupe dan yang hanya bisa berkendara dengan sandal jepit. Antara yang bekerja atau memiliki kerabat pejabat daerah, pejabat negara, dan lainnya dengan yang bekerja tidak sebagai “apa-apa” dan memiliki kerabat yang juga tidak sebagai “apa-apa”.

Tahun lalunya lagi, berbekal menyaksikan dan mendengarkan bagaimana temanku berjuang dan akhirnya hampir pasti mundur dari kuliahnya karena permasalahan UKT, aku mengartikan merdeka karenanya adalah harus adanya pemerataan “kesempatan” untuk memperoleh pendidikan tinggi bagi setiap orang, entah itu yang punya duit banyak atau sedikit, entah itu yang tinggal di kota atau di desa. Semuanya harus mendapatkan “kesempatan” yang sama.

Tahun ini, juga berbeda dan mungkin baru setelah ini akan menjadi sama. Merdeka bagiku tahun ini adalah bagaimana negara ini bisa dijalankan lebih baik dari hari ini. Terdengar utopis, tetapi aku yakin bahwa ini hanya mampu dipikirkan dan diperjuangkan oleh anak-anak muda yang yakin dan bergerak, yakin bahwa masa itu akan ada, dan bergerak bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk orang-orang di sekitarnya yang akan pasti berujung untuk Indonesia. Yang yakin bahwa hal-hal kecil seperti menerobos lampu merah akan punya pengaruh terhadap diri sendiri dan Indonesia, dan yang bergerak bukan atau hanya untuk duit, tetapi untuk menyejahterakan manusia lain di negara ini, mengubah sedih dan sesalnya sekarang ini tentang Indonesia.

Pada akhirnya, tentang Indonesia Merdeka?, hanya bisa ditanyakan dan juga dijawab oleh diri sendiri.

Mimpiku untuk Indonesia Merdeka.

Dirgahayu Indonesia ke-77. Lekas pulih!.

Komentar